Langsung ke konten utama

Alat Transportasi Membran Sel

Tugas Pertama


Browsing Transpotasi Zat melalui Membran Sel

(Alat Transportasi Aktif & Pasif)



Alat Transportasi Pasif
(Artinya adalah proses transportasi pada membran sel yang tidak menggunakan Energi)
Difusi : Adalah peristiwa mengalirnya/berpindahnya suatu zat dalam pelarut dari bagian berkonsentrasi tinggi ke bagian yang berkonsentrasi rendah. Contoh yang sederhana adalah pemberian gula pada cairan teh tawar. Lambat laun cairan menjadi manis. Contoh lain adalah uap air dari cerek yang berdifusi dalam udara.
(http://agrica.wordpress.com/2009/01/03/difusi-osmosis-dan-imbibisi)

Osmosis : adalah perpindahan air melalui membran permeabel selektif dari bagian yang lebih encer ke bagian yang lebih pekat. Membran semipermeabel harus dapat ditembus oleh pelarut, tapi tidak oleh zat terlarut, yang mengakibatkan gradien tekanan sepanjang membran. Osmosis merupakan suatu fenomena alami, tapi dapat dihambat secara buatan dengan meningkatkan tekanan pada bagian dengan konsentrasi pekat menjadi melebihi bagian dengan konsentrasi yang lebih encer. Gaya per unit luas yang dibutuhkan untuk mencegah mengalirnya pelarut melalui membran permeabel selektif dan masuk ke larutan dengan konsentrasi yang lebih pekat sebanding dengan tekanan turgor. Tekanan osmotik merupakan sifat koligatif, yang berarti bahwa sifat ini bergantung pada konsentrasi zat terlarut, dan bukan pada sifat zat terlarut itu sendiri.
(http://agrica.wordpress.com/2009/01/03/difusi-osmosis-dan-imbibisi)



Alat Transportasi Aktif
(Artinya adalah proses transportasi pada membran sel dengan menggunakan Energi)

A. Endositosis
Endositosis adalah proses pemasukan zat ke dalam sel. Proses ini tergolong transpor aktif karena melawan kadar gradien (dari konsentrasi rendah ke konsentrasi tinggi) dan memerlukan energi sel. Endositosis terbagi dua, yaitu fagositosis (pemasukan zat padat) dan pinositosis (permasukan zat cair). Contoh endositosis adalah sel darah putih yang memakan bakteri penyakit. Sel tersebut membungkus bakteri dan menangkapnya dalam suatu vakuola makanan yang selanjutnya dicerna oleh lisosom
(http://id.answers.yahoo.com/question/index?qid=20090804064558AApIP9p)
B. Eksositosis
Eksositosis adalah proses pengeluaran zat dari dalam sel. Proses ini juga tergolong transpor aktif karena melawan kadar gradien (dari konsentrasi rendah ke konsentrasi tinggi) dan memerlukan energi sel. Contoh eksositosis adalah proses pengeluaran zat dari dalam sel - sel kelenjar pada peristiwa sekresi. Cairan enzim itu dimasukkan ke dalam vakuola. Vakuola itu menuju ke tepi sel, kemudian membran plasma akan membuka dan keluarlah enzim tersebut dari dalam sel.
(http://id.answers.yahoo.com/question/index?qid=20090804064558AApIP9p)

Komentar

Anonim mengatakan…
bagusss!!!!

Postingan populer dari blog ini

Tugas 3 : Analisis Artikel tentang Penyakit dan Teknologi System Peredaran Darah

Artikel Biologi Judul Artikel    :  All About Anemia Alamat Blog    :  fritz  ( http://i-comers.com/showthread.php?t=7490 ) Isi Kandungan Artiklel : Berawal dari Definisi Anemia, proses dan penyebab awal Anemia, disusul dengan penyebab umum anemia seperti pendarahan hebat, berkurangnya pembentukan sel darah merah (seperti Kekurangan zat besi, Vit B12, Asam Folat dll), Meningkatnya penghancuran sel darah merah (yang disertai dengan pembesaran limpa, Kerusakan mekanik pada sel darah merah, Reaksi autoimun terhadap sel darah merah dll). Kemudian pembahasan berlanjut kepada gejala-gejala terjadinya penyakit anemia pada manusia, seperti : pasokan oksigen yang tidak mencukupi kebutuhan dll. Dan ditutup dengan sedikit pengetahuan sederhana tentang diagnosa. Saran Artikel : Artikel yang cukup singkat, padat dan mumpuni untuk pembaca yang bukan awam, karena kurang baik jika artikel ini ditujukan untuk penderita awam karena bahasa...